Upaya Pemulihan Objek Wisata di Bali di Tengah Pandemi

October 18, 2021 by No Comments

Objek wisata di Bali selalu berhasil dalam memanjakan mata dengan keindahan alam yang dimilikinya. Sebagian besar wisatawan asing akan menyebut Bali sebagai salah satu destinasi yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Indonesia.

Beberapa waktu ini, semua tempat wisata merasakan dampak dari keberadaan virus covid-19 karena penutupan hingga tidak adanya pengunjung. Sekarang ini, kondisi sudah lebih baik sehingga sudah banyak tempat wisata yang dibuka, termasuk beberapa destinasi wisata di Bali.

Partisipasi Aktif Tourism Board

Partisipasi para pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang tergabung dalam Bali Tourism Board sangatlah dibutuhkan untuk mempersiapkan reaktivasi wisata di Bali. Seperti yang diketahui, banyak wisata yang terpaksa tutup sementara selama masa PPKM.

Kondisi yang membaik membuat langkah pemulihan kemudian diambil agar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat kembali aktif. Keberadaan pelaku industri dianggap sebagai garda terdepan untuk memullihkan industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Bali Tourism Board diharapkan mampu membantu memastikan berbagai macam prakondisi reaktivasi Bali agar berjalan dengan lancar. Prakondisi yang perlu disiapkan, antara lain pengendalian covid-18, kesiapan destinasi, percepatan vaksinasi, dan sertifikasi CHSE.

Disiplin Menerapkan Protokol CHSE

Salah satu upaya untuk memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif adalah dengan menerapkan protokol kesehatan CHSE yang ketat. Upaya ini diharapkan mampu mengembalikan citra pariwisata Bali sekaligus Pulau Dewata sebagai contoh provinsi lain.

Bali merupakan salah satu destinasi favorit di Indonesia yang mendatangkan banyak wisatawan lokal dan mancanegara. Itulah mengapa penerapan protokol CHSE sangat diharapkan agar para wisatawan bisa berlibur dengan aman dan nyaman.

1. Cleanlines (Kebersihan)

Setiap pelaku usaha di kawasan Bali harus memastikan kebersihan usahanya, misalnya menyediakan hand sanitizer dan tempat cuci tangan untuk pengunjung. Selain itu, lingkungan tempat usaha juga harus selalu bersih, misalnya dengan penyemprotan disinfektan.

2. Health (Kesehatan)

Untuk menjaga aspek kesehatan, pelaku usaha harus melakukan pengecekan suhu tubuh, menerapkan pembatasan sosial dan pemakaian masker. Meski berada di kawasan wisata, diharapkan pengunjung maupun pengelola mampu menjaganya agar tidak berkerumun.

3. Safety (Keamanan)

Bencana dan kondisi darurat bisa datang kapan saja sehingga pelaku usaha harus menyiapkan prosedur penyelamat untuk menjamin keselamatan orang-orang di kawasan tersebut. Misalnya, menyediakan kotak P3K, titik kumpul, hingga jalur evakuasi.

4. Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan)

Aspek seharusnya yang perlu dijaga adalah menerapkan kondisi yang ramah lingkungan. Misalnya, mengkondisikan area wisata Bali agar terasa nyaman bagi pengunjung hingga menggunakan perlengkapan dari bahan ramah lingkungan.

Pelaksanaan Tourism BCM

Upaya lain yang dilakukan untuk memulihkan pariwisata di Bali adalah dengan melaksanakan berbagai kegiatan seru dan menarik. Misalnya saja, pelaksanaan sport tourism Bali Cycling Marathon (BCM) 2021 sebagai ajang wisata olahraga yang diminati banyak wisatawan.

Selama masa pandemi, olahraga bersepeda semakin hits dan populer di kalangan manapun, baik anak muda maupun orang tua. Olahraga sepeda yang dilakukan di tempat wisata tentu akan terasa menyenangkan dan bisa memperkuat sistem imun kita.

BCM 2021 hadir dengan konsep yang lebih menarik dan tertata dengan wisata budaya Bali yang dikemas dalam konsep wisata olahraga. Dengan adanya event atraktif ini, diharapkan objek wisata di Bali terbaru mendapatkan lebih banyak perhatian dari masyarakat dunia.

Kerja Sama dengan Media Massa

Sinergi dengan media massa menjadi salah satu upaya untuk mempercepat pemulihan tempat wisata di Bali. Media massa memiliki peran penting dalam menyampaikan edukasi dan informasi ke masyarakat atau calon wisatawan yang ingin berlibur ke Bali.

Banyak daftar objek wisata di Bali yang bisa dijadikan tujuan namun perlu adanya kepercayaan dari masyarakat dan calon wisatawan. Hal ini bisa dicapai apabila pengelola wisata Bali bekerja sama dengan media untuk memulihkan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Media massa berperan dalam menyampaikan informasi kepada publik dalam bentuk berita yang valid bahwa Bali sebagai representasi pariwisata Indonesia yang siap menyambut kedatangan para wisatawan di masa Pandemi dengan protokol kesehatan yang ketat.

Kondisi yang mulai membaik menjadi tanda jika kamu bisa berlibur ke berbagai tempat wisata, salah satunya objek wisata di Bali. Jangan lupa untuk tetap menerapkan protokol kesehatan saat berlibur agar kesehatan tetap terjaga, baik diri sendiri maupun orang terdekat

Objek wisata di Bali memiliki banyak pesona alam dan budaya yang mampu menarik minat para wisatawan, jadi akan dilakukan upaya pemulihan.