Obat Program Hamil dan Efek Sampingnya

November 24, 2020 by No Comments

Cobalah berkonsultasi dengan dokter yang dapat membantu orang tua merancang rencana kehamilan yang benar dan memberikan solusi yang aman untuk mengatasi masalah mendasar ketidaksuburan. Diantara ibu yang mengalami infertilitas biasanya mengonsumsi obat program hamil untuk membantu perencanaan kehamilan. Cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu mengenai hal ini.

Obat Program Hamil

1. Clomiphene Citrate

Obat prosedur kehamilan ini biasanya dikonsumsi dengan cara ditelan. Ia bekerja dengan merangsang kelenjar pituitari untuk menghasilkan FSH (Follicle-stimulating hormone) dan LH (Luteinizing hormone), yang berfungsi merangsang ovulasi untuk menghasilkan sel telur.

2. Gonadotropins

Obat kehamilan yang masuk ke tubuh Anda melalui suntikan ini tidak bekerja dengan cara merangsang kelenjar pituitari, tetapi langsung bekerja di ovarium untuk merangsang ovarium menghasilkan banyak sel telur. Gonadotropin mematangkan sel telur dan memicu pelepasannya saat ovulasi.

3. Metformin

Obat kehamilan ini dapat digunakan bila diduga atau diketahui penyebab infertilitas akibat resistensi insulin dalam tubuh dan biasanya terjadi pada wanita yang terdiagnosis PCOS (Polycystic ovary syndrome). Metformin bekerja dengan meningkatkan resistensi insulin, jadi bila digunakan dengan clomiphene atau letrozole, itu meningkatkan kemungkinan ovulasi dan kehamilan.

4. Letrozole

Mirip dengan clomiphene, letrozole juga bekerja dengan merangsang ovulasi. Letrozole termasuk dalam golongan aromatase inhibitor, salah satunya digunakan sebagai pengobatan kanker payudara pada wanita pasca menopause. Sayangnya, efek letrozole pada awal kehamilan masih dipelajari dan belum dapat dipastikan sehingga jarang digunakan dibandingkan obat lain.

5. Bromocriptine

Bromocriptine dapat menjadi pilihan bila diketahui atau dicurigai menyebabkan masalah infertilitas akibat sekresi prolaktin yang berlebihan dari kelenjar pituitari. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi produksi prolaktin ke tingkat normal dalam darah.

Prolaktin adalah hormon yang mengirimkan sinyal ke tubuh untuk memproduksi susu. Kadar prolaktin yang tinggi pada wanita hamil dan menyusui dianggap normal, tetapi kadar prolaktin yang tinggi dalam darah dapat mencegah proses ovulasi yang tidak baik bagi ibu yang ingin hamil.

Efek Samping Obat Program Hamil

Minum obat untuk program hamil dikatakan dapat meningkatkan kehamilan bayi kembar. Umumnya, semakin banyak bayi yang dikandung, semakin tinggi risiko kelahiran prematur, berat badan kurang, dan masalah perkembangan anak lainnya. Namun, keseimbangan dosis obat yang dikonsumsi bisa mengurangi risiko melahirkan bayi lebih dari satu.

Efek samping lain dari suntikan pada wanita hamil adalah dapat memicu OHSS (Ovarian Hyperstimulation Syndrome) yang menyebabkan nyeri dan pembengkakan ovarium. Beberapa wanita yang menggunakan clomiphene atau letrozole mengalami gangguan penglihatan, seperti melihat kilatan cahaya, tiba-tiba muncul banyak benda mengambang dan penglihatan kabur.

Ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat program hamil untuk menghindari efek samping dan bisa mengonsumsinya dengan dosis tepat sesuai kondisi tubuh. Ibu juga dapat mengunjungi https://parenting.orami.co.id untuk membaca artikel tentang kesehatan ibu hamil dan juga anak.