Jenis Alergi pada Bayi dan Makanan Penyebabnya

December 19, 2020 by No Comments

Alergi makanan merupakan reaksi yang ditimbulkan oleh tubuh terhadap komponen makanan. Dalam artikel ini, kita akan bahas secara rinci tentang gejala dan prinsip pengobatan alergi makanan pada bayi.

Tidak jarang kita menemukan kondisi bayi dengan keluhan gejala alergi makanan. Untuk mengobati alergi makanan secara efektif pada bayi, dokter harus mencoba tidak hanya memberikan obat, tetapi juga menjelaskan aturan untuk merawat bayi, sehingga alergi bisa disembukan dengan alami.

Dalam perkembangan alerg pada bayi ini kebanyakan kasus adalah hasil dari bawaan, atau keturunan jika orang tuanya alergi misalkan maka kemungkinan besar bayi juga ikut alergi.

Jenis alergi makanan pada bayi

Ada dua jenis alergi makanan, reaksi yang timbul secara langsung setelah minuman masuk kedalam tubuh bayi dalam hal ini ASI misalkan dan ada jenis lain namanya alergi kumulatif.

Ketika alergen atau yang kita sebuat penyebab utama alergi berulang kali masuk ke tubuh maka semakin intens reaksi alergi berkembang. Selain itu, alergi dibagi menjadi beberapa jenis, tergantung pada sistem organ yang terkena apakah alegri kulit, atau alergi makanan, dan bisa juga alergi cuaca dingin atau panas.

Gejala alergi makanan pada bayi

Alergi Makanan

Dampak yang paling umum adalah ruam pada kulit. Segera setelah alergen memasuki tubuh, reaksi alergi akut dapat berkembang. Bintik merah cerah dengan berbagai ukuran dan bentuk muncul di kulit bayi.

Sedangkan pada anak yang sudah bisa makan dan MPASI orang tua harus jeli mencari sumber makanan penyebab alergi muncul dan jangan diberikan lagi.

Penyebab alergi makanan pada bayi

Alergi makanan sangat jarang terjadi pada bayi yang baru lahir. Bayi hanya menerima ASI. Makanan ini dibuat secara alami untuk bayi anda dan tidak ada yang lebih baik dari ASI.

Oleh karena itu, puncak alergi makanan pada bayi yang disusui dapat dilihat pada usia sekitar 4–5 bulan, saat bayi mulai menerima makanan pendamping – produk yang ditambahkan ke ASI seperti sayur-mayur, buah-buahan, sereal, daging, produk susu fermentasi dan lain-lain.

Makanan yang paling sering membuat bayi alergi

Susu sapi

Perlu dicatat bahwa kebanyakan susu formula modern untuk memberi makan bayi didasarkan pada protein susu sapi. Inilah alasan bayi alergi terhadap campuran tersebut.

Selain itu, bayi juga dapat mengalami reaksi terhadap protein susu sapi saat disusui, jika ibunya mengonsumsi produk olahan susu dalam jumlah berlebih.

Susu sapi mengandung banyak protein berbeda. Beberapa dari kandungan susu sapi seperti lemak, kemudian kalori, protein mungkin menyebabkan reaksi alergi juga pada bayi.

Penyebab alergi pada bayi telur ayam

Dalam komposisi telur, protein, juga merupakan penyebab alergi. Karena itu, disarankan untuk mulai memasukkan telur ke dalam makanan dengan kuning telur dengan porsi kecil.

Perhatikan reaksi bayi anda terhadap makanan ini. Saat pertama kali memberi makan telur bersama dengan protein, anda juga harus memantau reaksinya dengan cermat.

Gluten

Ini adalah protein yang ditemukan di beberapa biji-bijian. Untuk mencegah reaksi yang tidak diinginkan, disarankan untuk memulai makanan pendamping dengan sereal bebas gluten.

Ini termasuk: jagung, nasi. Sereal yang kaya gluten, seperti oatmeal, hsebisa mungkin anda berikan kepada bayi anda ketika usianya mendekati satu tahun.

Pada tahun pertama, reaksi terhadap gluten lebih jarang terjadi dibandingkan pengaruh dari protein terhadap susu sapi atau putih telur. Kemudian bisa juga loh dari buah buahan bahkan sayuran, jadi kami rekomendasikan anda periksa saja di dokter kalau alergi pada bayi bunda sudah parah.